Yogyakarta – Komitmen Program Magister Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada dalam mendorong mahasiswa berkiprah di tingkat internasional kembali ditunjukkan melalui partisipasi Muhammad Ilham Gibran, mahasiswa program fast-track Magister Ilmu Biomedik dan Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, pada 20th World Congress of Basic and Clinical Pharmacology (WCP2026) yang berlangsung 12-17 Juli 2026 di Melbourne, Australia. Pada forum ilmiah tersebut, Gibran mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bentuk poster presentation sebagai bagian dari tema Drug Discovery – Basic and Translational.
WCP merupakan salah satu kongres internasional paling bergengsi di bidang farmakologi yang mempertemukan ilmuwan, akademisi, klinisi, regulator, dan industri farmasi dari berbagai negara. Forum yang diselenggarakan setiap tiga hingga empat tahun sekali ini menjadi wadah untuk mendiskusikan perkembangan mutakhir dalam ilmu farmakologi, mulai dari penemuan obat, farmakologi molekuler, farmakologi klinis, hingga pengembangan terapi berbasis bukti. Keikutsertaan mahasiswa Magister Ilmu Biomedik pada forum tersebut mencerminkan semakin luasnya eksposur internasional penelitian yang dikembangkan di lingkungan FK-KMK UGM.
Pada kesempatan tersebut, Gibran mempresentasikan penelitian berjudul “Translational Evidence for Herbal Galactagogues: A Systematic Review”, yang mengkaji bukti ilmiah mengenai berbagai tanaman herbal yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tinjauan sistematis ini bertujuan memetakan kekuatan evidensi dari penelitian mekanistik, praklinis, hingga uji klinis sehingga dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi dan arah pengembangan herbal sebagai intervensi berbasis bukti dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Gibran yang dibimbing oleh Prof. Dr. Mustofa, Apt, M.Kes. dan drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menjembatani pemanfaatan tanaman herbal yang telah lama digunakan masyarakat dengan pendekatan biomedis modern yang menekankan pembuktian ilmiah. Melalui pendekatan systematic review, penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi herbal dengan dukungan bukti yang paling konsisten, tetapi juga memetakan kesenjangan penelitian yang masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut.
“Sebagai mahasiswa Ilmu Biomedik, saya melihat pentingnya mengintegrasikan pengetahuan tradisional dengan pendekatan evidence-based medicine. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan, baik pada tingkat komputasional, molekuler, hewan coba, maupun uji klinis, sehingga potensi bahan alam Indonesia dapat dikembangkan secara ilmiah,” ujar Gibran.
Selain mempresentasikan hasil penelitian, keikutsertaan dalam WCP2026 juga memberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan peneliti dari berbagai negara mengenai perkembangan riset terkini di bidang farmakologi dan ilmu biomedik. Berbagai sesi ilmiah dalam kongres membahas inovasi dalam penemuan obat, farmakologi translasional, toksikologi, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan terapi, hingga tantangan implementasi precision medicine.
Bagi Program Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM, partisipasi mahasiswa dalam forum ilmiah internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset dan meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat global. Keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti WCP juga membuka peluang untuk membangun jejaring kolaborasi penelitian, memperluas wawasan akademik, serta memperkenalkan hasil penelitian yang dikembangkan di lingkungan FK-KMK UGM kepada komunitas ilmiah internasional.
Keikutsertaan Muhammad Ilham Gibran pada WCP2026 sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian mengenai pengembangan intervensi berbasis bukti untuk mendukung keberhasilan menyusui berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta penguatan praktik kesehatan berbasis bukti. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional mencerminkan implementasi SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas riset, internasionalisasi pendidikan tinggi, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Kehadiran penelitian UGM dalam forum global juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperluas jejaring kolaborasi akademik dan mendorong pertukaran pengetahuan untuk mempercepat inovasi di bidang kesehatan.









