Perkuat Keterkaitan Akademisi dan Industri, Mahasiswa Magister Ilmu Biomedik Minat Biokimia UGM Gelar Field Trip ke PT. Swayasa Prakarsa

Yogyakarta, Selasa 7 Juli 2026 – Guna memperluas wawasan dan memahami penerapan ilmu di dunia industri, mahasiswa Program Magister Ilmu Biomedik Minat Biokimia melaksanakan kegiatan Field Trip ke PT. Swayasa Prakarsa. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Herbal & Teknologi Kesehatan milik perusahaan tersebut. Berlokasi di Gedung Herbal & Teknologi Kesehatan, PT. Swayasa memiliki fasilitas lengkap mulai dari area riset & pengembangan, laboratorium QC, hingga pabrik produksi dengan standar CPOTB – Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa minat Biokimia sejumlah 5 orang  bersama dengan 1 dosen pembimbing dan 2 tendik. Tujuan utama field trip adalah untuk melihat secara langsung proses riset, pengembangan, hingga produksi produk kesehatan berbasis bahan alam yang dilakukan oleh salah satu industri fitofarmaka terkemuka di Indonesia.Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan profil perusahaan oleh pihak PT. Swayasa Prakarsa. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan sejarah berdirinya perusahaan, visi misi, lini produk, serta komitmen perusahaan dalam mengembangkan herbal Indonesia agar berstandar internasional.

Selama kunjungan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai perjalanan PT. Swayasa Prakarsa sebagai salah satu pelopor industri fitofarmaka di Indonesia. Menariknya, banyak dosen UGM yang juga menjadi Inventor dalam pengembangan suplemen herbal yang diproduksi oleh PT. Swayasa Prakarsa. Hal ini menunjukkan kuatnya sinergi antara akademisi dan industri dalam mendorong inovasi produk kesehatan berbasis riset. “Kami bangga banyak guru besar dan peneliti UGM yang karyanya dihilirisasi di sini. Ini bukti bahwa riset di kampus bisa berdampak langsung ke masyarakat,” ujar perwakilan  PT. Swayasa Prakarsa.

Selanjutnya mahasiswa diajak berkeliling melihat fasilitas produksi. Mereka dapat melihat langsung alur mulai dari seleksi bahan baku, proses ekstraksi, uji mutu di laboratorium, pengemasan, hingga distribusi produk. Beberapa produk herbal, jamu modern, suplemen, dan fitofarmaka juga diperkenalkan kepada peserta. Melalui kegiatan diharapkan mahasiswa tidak hanya paham teori di kelas, tetapi juga tahu bagaimana riset biokimia diimplementasikan menjadi produk nyata yang bisa digunakan masyarakat. Hal tersebut menjadi indikator penting untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

Produk unggulan perusahaan meliputi jamu cair, kapsul herbal, fitofarmaka, dan minuman kesehatan. Beberapa produknya sudah terdaftar di BPOM dan telah dipasarkan secara nasional. PT. Swayasa juga aktif melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi, peneliti, dan petani lokal untuk memastikan rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.

Swayasa Prakarsa memiliki beragam lini produk kesehatan dan pangan. Beberapa produk kesehatan unggulan yang diperkenalkan kepada mahasiswa antara lain:
       1. Beauty Fit
Suplemen herbal khusus wanita. Fungsi utamanya untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan, membantu meredakan nyeri haid, melancarkan siklus  menstruasi, serta membantu mengatasi keputihan. Kandungan bahan alaminya juga berperan sebagai antioksidan dan menjaga kebugaran tubuh wanita.

      2. Asilact

Produk herbal yang diformulasikan untuk ibu menyusui. Fungsinya untuk membantu memperlancar produksi ASI, meningkatkan kualitas ASI, dan membantu memulihkan kondisi tubuh ibu pasca melahirkan.

      3. Aphrofit

Suplemen herbal untuk pria dewasa. Berfungsi untuk membantu menjaga vitalitas dan kejantanan pria, meningkatkan stamina, melancarkan peredaran darah, serta membantu menjaga kesehatan prostat.

     4. KBoost

Produk herbal yang dikembangkan untuk membantu mendukung fungsi kognitif. Salah satu klaimnya adalah membantu dalam upaya pencegahan dan pendukung terapi pada penderita Alzheimer dan gangguan daya ingat. Selain itu KBoost juga berfungsi sebagai antioksidan, membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, serta membantu mengurangi gejala stres oksidatif pada sel saraf.

     5. Minyak Kayu Putih

Produk klasik andalan yang terbuat dari 100% minyak kayu putih murni. Berfungsi untuk menghangatkan badan, meredakan masuk angin, kembung, gigitan serangga, dan membantu melegakan pernapasan.

Selain itu perusahaan juga mengembangkan produk kesehatan berbasis bahan alami lainnya serta lini perawatan tubuh. Beberapa produk unggulan lain yang pernah diperkenalkan adalah GeNose C19, Gama-CHA, dan Ceraspon.

Melalui unit GamaFood, PT. Swayasa juga memproduksi pangan sehat seperti Sambal Cumi, Sambal Teri, Sambal Tuna, Wedang Sere, Wedang Secang dan berbagai minuman herbal lainnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak pertanyaan diajukan terkait formulasi produk, uji klinis, regulasi BPOM, hingga peluang kerja sama riset antara kampus dan industri. Di akhir sesi, mahasiswa juga berkesempatan berfoto bersama di depan Gedung Herbal & Teknologi Kesehatan sambil membawa produk-produk dari PT. Swayasa Prakarsa.

Kegiatan dan visi PT. Swayasa Prakarsa mendukung beberapa poin SDGs, yaitu:
1. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera – Menyediakan produk kesehatan berbasis bahan alam yang aman dan terjangkau.

2. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – Memberdayakan petani herbal lokal dan tenaga kerja.

3. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur – Menghilirisasi riset dosen UGM menjadi produk inovatif.

4. SDG 12: Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab -Proses produksi ramah lingkungan.

5. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan – Kolaborasi dengan universitas untuk riset dan distribusi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan dan peluang di industri kesehatan. Ke depan, Program Magister Ilmu Biomedik Minat Biokimia akan terus mendorong kegiatan serupa agar lulusan mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu biomedik dan industri kesehatan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *